SadAR...!!!
Sebuah harapan adalah sampah ketika itu. ingin bergeming meneriakkan pada burung yang bertandang pada ladang itu. aku salah ketika membiarkan babi memasuki ladangku. namun apa daya, dia begitu keras merobek tameng besiku yang terbuat dari tanah liat. Benar-benar ingau.
Diam...!!!
Aku ingin mendengar suaramu hai babi liar. Silahkan berdiri dan makan ilalang yang ada. Babiku, kamu benar-benar terlihat seperti beruang. Halus dan lembut. sekarang kau mengerang, berbisik lembut lalu melahap kepalaku hingga akhirnya kini ku sudah mati. sangat-sangat mati.
Busuk...!!!
mayatku berteman belatung sekarang. Putih. mengoyak-ngoyak dagingku yang sudah berbau. rasanya sungguh nikmat. berada dibawah kaki mereka yang ikut menguburku. Sejenak kuteringat babi liarku. Apa kabar kau disana? kesinilah, menjadi teman bagiku yang sudah mulai menjadi setan...